SELIMUT MALAS
Mata ini melompat kesana kemari
Jari ini menjungkal kearah yang tak kusadari
Fikiran ini menciut tak bertepi
Tubuh ini lemah berbalut sepi
Udara seakan mencekik tak bermakna
Hati begitu dangkal tak tercerna
Yang dulu kokok kini hilang fenomena
Yang dulu sigap kini putus tak bersuara
Selimut itu datang berbalut rindu
Selimut itu jatuh dalam angan dan pelukanku
Selimut itu telah menggoda dan merayuku
Selimut itu begitu rakus mengekangku
Aku hilang
Aku terkekang
Aku pulang
Aku pecundang
Bila sejumput semangat tersimpan dihati... Tak pantaslah aku berkecil hati
Bila senyum masih terpasang didinding hati... Tak pantaslah aku merasa rugi
Bila kaki dan tangan masih berbalas budi... Tak pantaslah aku merajuk lari
Dan bila cinta ilahi datang silih berganti... Tak pantaslah aku murung mati
Kau bukanlah fana
Kau bukanlah tanda
Kau pasti rasa
Kau pasti ada
Karena Kau adalah Aku
Aku adalah Kau
Kita ada Kita
Kita adalah sama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar