Minggu, 07 Juni 2020

Disana Ratu Disini Serdadu

DISANA RATU DISINI SERDADU

Pernahkah kau lihat cerita itu
Penuh warna
Penuh cinta
Penuh asa

Pernahkah kau dengar bisik ini
Penuh cerita
Sarat makna
Duka suka

Apakah zamannya sudah terbalik
Atau karakter manusianya yg tercabik
Apakah cerita ini penuh luka
Atau hanya persepsiku saja


Andai saja ini hanya persepsi
Maka sakitnya tak akan seperti ini
Andai saja ini hanya persepsi
Maka lukanya tak akan sedalam ini

Mata ini merintih melihat sandirawa ini
Telinga ini letih mendengar kata yg membara
Pikir ini lelah merangkai indah cinta fana
Batin ini lemah menopang peristiwa tak terhingga

Layaknya ratu
Disana diperlakukan istimewa
Layaknya serdadu
Disini banyak cerita duka

Akan ada masa tajuk hilang tak berbekas
Akan ada masa alur berubah tak berganti cerita
Akan ada masa gundah tak begitu banyak dirasa
Akan ada masa bahagia tak hanya sekejap saja

Semoga

Selasa, 28 April 2020

Tipis Tipis Kesabaran

TIPIS TIPIS KESABARAN

Dulu sabarku kian tipis
Dulu sabarku mudah teriris
Bagai membran busa di udara
Mudah pecah kemudian sirna

Bukannya aku tak belajar
Bukannya aku mudah terbakar
Tapi hati rasanya lelah
Terlalu banyak rasa yang terpecah belah

Rasanya hati ini sudah kubentuk berbagai rupa
Bagaikan bunglon yang hidup di alam terbuka
Meskipun yang sebenarnya
Bunglon itu hanyalah perwujudan dari ulat tak berdaya

Sekarang sabarku telah ku tambah
Sekarang ku berjanji tak menjadi lemah
Seperti kupu yang bermetamorfosa
Sungguh sedap dipandang mata

Tapi
Kenapa ada tapi
Meskipun hanya tapi
Tapi begitu sakit dihati

Sabar itu kian menipis
Atau mungkin bara itu mampir tiada habis
Sabar itu kian berat
Atau mungkin cacian itu kian bulat

Aku
Kamu
Kita
Pencipta

Jumat, 08 Februari 2019

Kharisma Kudapan

KHARISMA KUDAPAN


Jalanku terluntah badanku lemas
Mataku sayu mulutku membiru
Tuturku redup kerongkonganku haru biru

Kucium aroma surga
Kulihat warnanya merona
Kurasa nikmatnya tak terhingga

Apakah itu kudapan surga hatiku berkata
Apakah itu rayuan pulau cinta anganku bercerita
Apakah itu fatamorgana dunia pikirku menerka

Memang manusia itu jenaka
Kadang kucing betina disangka singa
Memang manusia itu lucu
Kadang warna biru disangka hijau
Memang manusia itu cura
Kadang makan tanpa henti bagai hidup selamanya

Beginilah nasib orang lapar
Melihat kudapan sedikit berasa surga
Tapi setelah perut kenyang tak tersisa
Nikmatnya dunia sudah habis dirasa

Begundal Receh

BEGUNDAL RECEH


Tubuhnya fana Jiwanya ada
Baiknya sirna Jahatnya berjuta
Bisiknya durjana Teriaknya sengsara

Ketika sendiri dia datang
Ketika merana dia senang
Ketika berbahagia dia meradang

Bagai daun kering yang beranjak jatuh begitulah lemahnya dirimu
Bagai fir'aun sang penguasa piramida begitulah kuatnya dirimu
Bagai kekasih hati idaman buruk hati dan rupa begitulah caramu membolak balikkan hati

Aku tahu kamu ada tapi nafsumu bak kuasa dunia
Aku tahu kamu ada tapi godamu mernerjam sukma
Aku tahu kamu ada tapi bencimu merusak benggala

Dialah penghuni neraka
Dialah yang terbuang dari surga
Dialah yang terlaknat didunia

Jumat, 25 Januari 2019

Seperti Roller Coaster

SEPERTI ROLLER COASTER


Up and Down... Left and Right... Tortuous...

Allah Subhanahuwata'ala menciptakan dua hati yang tak begitu dekat sebelumnya... Menjadi sepasang pakaian dalam bingkai serupa

Berat memang... Karakter berbeda... Sifat berbeda... Kebiasaan berbeda... Kesukaan berbeda... Makanan dan minuman favorit berbeda... Dan banyak hal lain yang begitu berbeda

Akan tetapi sayang... Dengan bekal cinta dari Allah Subhanahuwata'ala dan paket lengkap tuntunan dari yang tersayang baginda RosulUllah SallAllahu'alaihiwasallam semoga kekurangan masing-masing yang kita punya menjadi sebuah warna yang indah dari warna-warni dunia yang ada... semoga berbagai cobaan dunia yang menerpa menjadikan kita semakin kuat tuk menatap dunia... semoga ego-ego tak bertuan menjadi muatan yang siap tuk dibuang ke Lubang Hitam yang juga tak bertuan...

Kasih kita milik Allah...
Cinta kita milik Allah...
Hidup kita milik Allah...

Tahu Campur yang Tak BerTahu

TAHU CAMPUR YANG TAK BER-TAHU


Terkadang dunia itu lucu, bagai badut di pasar minggu
Terkadang dunia itu kejam, bagai Firaun yang merajam
Terkadang dunia itu indah, bagai langkah yang penuh berkah
Dan Terkadang... dunia itu rumit, bagai harapan tinggi yang terjepit

Mataku memang tak selucu hidupmu
Hatiku memang tak sekejam mulutmu
Namun... Duniaku lebih indah dari duniamu
Namun... Duniaku juga memang tak serumit duniamu

Jangan... Janganlah mata itu dibalas hati...
Karena rasanya bagai hati tertusuk duri
Jangan... Janganlah caci itu dibalas hati...
Karena rasanya tercabik hingga mati

Aku memang pengembala baru didunia ini
Menjelajah belukar berteman sepi
Aku memang seorang kelana perahu dilautan nan luas isdni
Menjelajah deburan ombak berteman sunyi

Tak kusangka malam kan begitu pekat
Tak kusangka siang begitu penat
Tak kusangka pagi terlampau hangat

Kuserahkan hanya kepada Tuhan bagai melihat Tahu Campur tak Bertahu
bagai soda gembira yang tak gembira
bagai raja hutan tanpa hutan

Ayunan Makna

AYUNAN MAKNA


Lebih dari kata rasa ini menghujam
Lebih dari dunia jiwa ini berdendang
Lebih dari fana pikiran ini melayang

Aku bukan sempurna
Aku bukan rasulNya
Aku manusia biasa

Siapa sangka sekam itu ada
atau mungkin aku yang tak melihatnya
Siapa sangka duri itu tajam seribu luka
atau mungkin aku yang terlena
Siapa sangka sakit itu ada
Ada diantara lantunan merdu qadha dan qadarNya

Lelucon harian terbawa nada
Meski terkadang menyakitkan
Gigitan itu terasa berwarna
Menerkam mangsa yang dhaif
Sabitan kata itu mempesona
Hingga menyayat hati yang luka

Syukurlah ada pemeran utama nan indah
Meski tak sempurna namun penuh makna
Meski tak terjaga namun sarat cinta


Duhai Kasih

DUHAI KASIH

Duhai kasih
1000 rasa ini seakan tak mampu merajut gelapnya malam
Dhaif nya iman ini seakan tak mampu menggenggam kelam
Lantunan bait ini pun seakan tak lekang berharap tenteram

Duhai kasih
Yang kupunya hanya iman... Iman pada Sang Maha Pemilik Alam
Duhai kasih
Yang kubawa hanya sehelai cinta... cinta yang dimiliki oleh Sang Maha Pemilik Dunia
Duhai kasih
Yang kurajut hanya sepintal rindu... rindu kepada sang pencipta dan rosulNya yang membias padamu

Saat ini yang kupunya hanya kesabaran yang dititipkan olehNya...
Saat ini yang kupunya hanya keikhlasan yang dikirimkan olehNya...
Saat ini yang kupunya hanya titipan cinta dari yang terkasih...

Selasa, 09 Oktober 2018

Inang Bara Merah

INANG BARA MERAH


Awalnya senyum itu merekah berhias cinta
Awalnya perilaku itu santun membentuk citra
Awalnya diam tak berbahasa bagai renda-renda dunia

Tak kusangka asa berfakta neraka
Tak kusangka indah berbalas emosi jiwa
Tak kusangka raga berisi bara

Hatinya kokoh bak penjara berbalut angkara
Pikirnya panas bak cinta yang terkudeta 
Mulutnya pedas bak bara merah menyala

Sungguh bara itu telah melukai hatinya
Sungguh trauma hebat telah mengguncangnya
Sungguh aku tak tahan melihatnya

Aku insan biasa yang mencoba menatap surga
Aku insan biasa yang menjadikan tangan sebagai doa
Aku insan biasa yang tak mengerti kebodohannya

Apabila sabda telah terucap lurus, apa boleh dikata
Apabila tinta telah tertulis jelas, apa boleh bertanya
Apabila takdir telah dijalani, apa boleh dirasa

Yang terjadi adalah tragis hingga susah untuk meringis
Yang dirasa adalah sekam berbalut sutera
Dan ini adalah ujian untuk insan bodoh yang berotak hewan

Rabu, 04 Juli 2018

Mentari Bercahaya Kelam

MENTARI BERCAHAYA KELAM


Engkau mentari, namun bercahaya kelam
Engkau rembulan, namun muncul diterangnya siang
Engkau bintang, namun tertutup gelapnya awan

Engkau mawar, namun kering meranggas rimba
Engkau udasa, namun terjamah cemaran
Engkau cinta, namun membabi buta

Sakit ini tak pernah kurasa sebelumnya
Rasa ini terasa cinta sebelumnya
Jiwa ini terasa penuh makna sebelumnya

Kehadiranmu membawa luka bertajuk makna
Kehadiranmu bagai duri terselimut cinta
Kehadiranmu membawaku diantara dua dunia

Tuhan... Mungkin aku yang salah
Tuhan... Mungkin aku yang kalah
Tuhan... Mungkin aku yang mentah

Diantara cerita itu, agama hanya dianggap sandiwara
Diantara cerita itu, ego menjadi lakonnya
Diantara cerita itu, aku mati

Dalam do'a terdendang bidadari surga
Dalam do'a senyumnya menghias kelamnya dunia
Dalam do'a sosoknya menjelma berirama

Bukankah pengabdian ini untuk Tuhan
Meskipun terasa menyakitkan
Bukankah sakit itukan berbalas
Meskipun seperti jam pasir diantara gravitasi dunia
Bukankah aku ciptaanNya
Yang akan mati menyatu dunia

Selasa, 03 Juli 2018

Berwajah Surga

BERWAJAH SURGA


Hitam bukankah warna yang indah
Meskipun tak sedikit juga yang meremehnya
Kurus bukankah bentuk yang mewah
Meskipun banyak juga yang memusingnya
 Lusuh bukankah kondisi yang layak
Meskipun banyak juga yang mencibirnya

Iya, ia hitam
Benar ia Kurus
Dan memang ia lusuh

Bibir itu kering bertabur kertas pucat
Baju itu halus tersiram butiran-butiran keringat pekat
Peci itu usang pertanda kerasnya dunia menerpa

Betapa indahnya senyum itu
Ketika bibir itu tersimpul, hati ini bergetar seakan melihat separuh kemewahan dunia
Betapa lembutnya tutur itu
Ketika kata itu terlantun dengan hangat seakan merasakan hangatnya sinar mentari
Betapa santunnya gerak itu
Ketika tangan dan kaki itu berayun seakan memperhatikan bijaknya tutur kata raja dunia

Mungkin dunia tak merangkulnya
Mungkin mata berpaling darinya
Mungkin juga mulut terkadang merenda fana

Duhai Tuhan, Sungguh indah ciptaanMu
Duhai Tuhan, Memang benar kuasaMu
Duhai Tuhan, Wajah Surga itu merinduMu

Rabu, 07 Maret 2018

Kudapan Syahdu

KUDAPAN SYAHDU


Perjalanan dimulai dan aku meragu memandangnya
Kulihat tatanan elok mengintai mangsa
Mangsa ceking berkantong cekak
Saat itu... yang terlintas adalah "Lupakan"

Perjalanan kembali berselimut tekad ingin
Mata melirik dan hati merenda
Iya aku memutuskan
Ku tancapkan badan diatas kaki sembari mata meloncat kesana kemari

Kupikir nyanyian perut akan bertemu tuannya
Kulihat kudapan cinta bermain kata
Kupilih dengan hati beriring dahaga
Kududuk disamping pekerja namun bukan pak kusir tentunya

Digubuk itu kulihat beberapa wanita tangguh berselimut asa
Kurasa umurnya telah melewati pernikahan emasnya
Digubuk itu kulihat beberapa wanita paruh baya bermandi keringat hangat
Kurasa itu pertanda perjuangan sejati didunia

Hati sumringah melihatnya
Mata memotret sisi anggunnya
Malu aku pada mereka
Miris juga merasakannya

Sederhana namun nikmat luar biasa
Bercengkrama dengan pejuang pencari surga
Tak jarang sesuara kucing melantun merdu
Menjadi iringan hangat kudapan syahdu

Selasa, 06 Februari 2018

Hari Ahad yang Puitis

HARI AHAD YANG PUITIS


Entah aku sebut apa hari ini
Otot-otot ini seakan layu menatap dunia
Mata-mata ini seakan enggan meraih surga
Dan niat ini… tak perlu kau tanya

Hei kamu di balik cermin
Mata layumu mengoyak asaku
Bibir kakumu meredam senyumku
Dan muka masam mu… tak perlu kau tanya lagi

 Tak berpikir panjang ku tegakkan tulang kering ini
Kuraih lembaran kain tuk menyelimutiku tubuhku
Kurekatkan alas itu tuk menutupi kakiku
Dan tak lupa aku panggul kotak keberanianku

Dalam perjalananku… kulihat angsa bertahta dunia
Dalam perjalananku… kulihat ego mengoyak sukma
Dalam perjalananku… kulihat sutera menjamah maya
  Dalam perjalannku… aku kalah

Kutatap langit berhias permata
Kutatap gedung menjulang berkerangka jiwa
Kutatap barisan kuda berbaju baja
Dalam tatapanku… aku kalah

Puitis… ya puitis
Aku kalah pada dunia
Aku padam oleh asa

Aku hanyut oleh maya