INANG BARA MERAH
Awalnya senyum itu merekah berhias cinta
Awalnya perilaku itu santun membentuk citra
Awalnya diam tak berbahasa bagai renda-renda dunia
Tak kusangka asa berfakta neraka
Tak kusangka indah berbalas emosi jiwa
Tak kusangka raga berisi bara
Hatinya kokoh bak penjara berbalut angkara
Pikirnya panas bak cinta yang terkudeta
Mulutnya pedas bak bara merah menyala
Sungguh bara itu telah melukai hatinya
Sungguh trauma hebat telah mengguncangnya
Sungguh aku tak tahan melihatnya
Aku insan biasa yang mencoba menatap surga
Aku insan biasa yang menjadikan tangan sebagai doa
Aku insan biasa yang tak mengerti kebodohannya
Apabila sabda telah terucap lurus, apa boleh dikata
Apabila tinta telah tertulis jelas, apa boleh bertanya
Apabila takdir telah dijalani, apa boleh dirasa
Yang terjadi adalah tragis hingga susah untuk meringis
Yang dirasa adalah sekam berbalut sutera
Dan ini adalah ujian untuk insan bodoh yang berotak hewan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar