Selasa, 09 Oktober 2018

Inang Bara Merah

INANG BARA MERAH


Awalnya senyum itu merekah berhias cinta
Awalnya perilaku itu santun membentuk citra
Awalnya diam tak berbahasa bagai renda-renda dunia

Tak kusangka asa berfakta neraka
Tak kusangka indah berbalas emosi jiwa
Tak kusangka raga berisi bara

Hatinya kokoh bak penjara berbalut angkara
Pikirnya panas bak cinta yang terkudeta 
Mulutnya pedas bak bara merah menyala

Sungguh bara itu telah melukai hatinya
Sungguh trauma hebat telah mengguncangnya
Sungguh aku tak tahan melihatnya

Aku insan biasa yang mencoba menatap surga
Aku insan biasa yang menjadikan tangan sebagai doa
Aku insan biasa yang tak mengerti kebodohannya

Apabila sabda telah terucap lurus, apa boleh dikata
Apabila tinta telah tertulis jelas, apa boleh bertanya
Apabila takdir telah dijalani, apa boleh dirasa

Yang terjadi adalah tragis hingga susah untuk meringis
Yang dirasa adalah sekam berbalut sutera
Dan ini adalah ujian untuk insan bodoh yang berotak hewan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar