KUDAPAN SYAHDU
Perjalanan dimulai dan aku meragu memandangnya
Kulihat tatanan elok mengintai mangsa
Mangsa ceking berkantong cekak
Saat itu... yang terlintas adalah "Lupakan"
Perjalanan kembali berselimut tekad ingin
Mata melirik dan hati merenda
Iya aku memutuskan
Ku tancapkan badan diatas kaki sembari mata meloncat kesana kemari
Kupikir nyanyian perut akan bertemu tuannya
Kulihat kudapan cinta bermain kata
Kupilih dengan hati beriring dahaga
Kududuk disamping pekerja namun bukan pak kusir tentunya
Digubuk itu kulihat beberapa wanita tangguh berselimut asa
Kurasa umurnya telah melewati pernikahan emasnya
Digubuk itu kulihat beberapa wanita paruh baya bermandi keringat hangat
Kurasa itu pertanda perjuangan sejati didunia
Hati sumringah melihatnya
Mata memotret sisi anggunnya
Malu aku pada mereka
Miris juga merasakannya
Sederhana namun nikmat luar biasa
Bercengkrama dengan pejuang pencari surga
Tak jarang sesuara kucing melantun merdu
Menjadi iringan hangat kudapan syahdu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar